SEKIAN lama MotoStory wara-wiri dengan Pulsar 135 LS alias si PIES ini hingga sepido meter menunjukan angka 43000 an tenaga dapur pacu mulai sedikit berkurang. Ada beberapa gejala yang mengurangi akselerasi berkendara.
Beberapa diantaranya, soal akselerasi perpindahan gigi PIES. Awal-awal MotoSotry pernah mengalami gigi sulit berpindah, terutama saat turun ke gigi kecil dan kembali ke netral. Sulit melakukan pengoperan secara lembut tanpa mengeluarkan bunyi “jeletak-jeletuk”.
Namun, saat itu MotoStory tidak terlalu khawatir, karena dari beberapa artikel yang diposting para blogger soal pengalamannya dengan PIES katanya sih hal biasa dan lumar dengan gejala motor dari pabrikan India itu.
Namun, lama-kelamaan gejalanya semakin bertambah banyak. Sesekali kadang gigi berpindah sendiri ke netral. Kebiasaan ini kerap dirasakan saat berakselerasi lumayan lama di gigi satu dan dua. Tiba-tiba masuk ke gigi netral.
Akhirnya MotoStory memutuskan untuk membawanya ke bengkel langganan yang dulu pernah bekerja di bengkel resmi dealer penjual PIES. Kata si bengkel yang dipanggil Mas Karyo itu, langsung memvonis kalau kampas kopling PIES MotoStory harus diganti.
Singkat cerita, PIES pun dibongkar, dan kampas kopling bawaan dilepas. “Tuh, pantes kalau motor enggak tergopoh-gopoh saat mau berlari, kampasnya sudah licin begini,” kata Mas Karyo sembari memperlihatkan wujud lempengan kampas komplling yang memang sudah aus.
Karena memang, tidak ada suku cadang PIES yang orisinil, akhirnya Mas Karyo memilihkan suku cadang pengganti (substitusi). Dibenamkan lah akhirnya kampas kopling dari motor tetangga, milik Honda Grand Prima, kalau gak salah. Untuk meyakinkan diri MotoStory menanyakan efek samping dengan suku cadang pengganti itu. Dia bilang tidak berbeda jauh selama bentuknya sama persis, akselerasi PIES baik-baik saja.
“Syukurlah kalau begitu,” kata MotoStroy dalam hati. Tidak butuh waktu lama akhirnya kampas kopling baru sudah dipasang. Setelah dites ride, akselerasi jadi bertenaga, bukaan kopling tidak terlalu renggang, dan gejala buka kopling pada saat start tidak lagi ada gejala “engog-engogan” kata orang Sunda.
Masalah kopling beres, berikutnya, gejala gigi kerap pindah netral sendiri masih terasa. Namun, MotoStory masih tidak mau berburuk sangka, karena kampas kopling sudah diganti? Kira-kira apa masalah lainnya? Hingga saat ini MotoStory belum menemukan jawabannya.
Apakah setelan kopling, apakah masalah di tungkai perseneleng, ataukah ada di drum gigi yang ada dijeroan mesin? Who Knows?

DAPATKAN PROMO MENARIK E-BOOK KLIK DISINI